Haii Guys, posting kali ini saya akan menceritakan bagaimana perasaan saya menghadapi moment penting dan paling membahagiakan dalam hidup saya, saya juga akan men-sharing sedikit tentang bagaimana proses perjalanan kisah kami hingga sampai ke jenjang pernikahan. Selamat membaca :)
Jika kalian tanya, bagaimana bisa saya jatuh hati dan meg-iya-kan saat calon suami mengkhitbah saya, akan dengan senang hati saya menceritakan hal ini :)
Kami sebelumnya memang belum pernah saling kenal dan ketemu, kami dipersatukan itu karena dijodoh-jodohkan oleh teman-teman kantor kami, dan kami pun tidak tahu bagaimana mereka kepikiran untuk menjodohkan kami. Saya dan calon suami itu kebetulan satu perusahaan namun beda lokasi kerja. Saya ditempatkan di head office sedangkan calon suami ditempatkan di brand office. Kalau namanya sih saya tau, wong saya yang menghandle data karyawan kok. Tapi wujud suami saya belum lah saya tau saat itu. Hehehe......
Setelah melewati proses perjodohan yang pajang oleh teman-teman, finally di bulan Januari 2016, saya memberanikan diri untuk mengunjungi tanah kelahiran calon suami saya, alih - alih liburan. Memang kebetulan saya mendapatkan cuti panjang awal tahun, jadi saya memutuskan untuk berlibur di tanah Borneo itu. Sebetulnya saya janjian dengan teman yang memang tinggal di Kalimantan, namun karena calon suami saya juga tinggal di daerah yang sama, ya jadilah itu pertemuan pertama kami. Saat pertama bertemu, saya belum terlalu menyadari rasa yang ada dalam diri dan hati saya. Kalian tahu, kesan pertama yang diberikan oleh calon suami saya saat itu cuek sekali, dan saya tidak menemukan dan melihat feel yang ada dalam dirinya. Saya pikir dia tak punya rasa pada saya, namun dugaan saya ditepisnya. Bulan Februari 2016 bertepatan dengan valentine day, calon suami dengan gentle datang ke rumah untuk mengutarakan maksud dan tujuan keseriusan dia kepada orang tua saya terhadap diri saya. Speechless, of course !! Doubtful, it's so YES !! But because of the courage he and the warmth of my parents attitude that exists, I became convinced that he is the right person God's choice. And then, I SAY YES & I DO I LOVE HIM.
Tidak hanya itu, di bulan berikutnya adalah moment dimana aku sangat sangat jatuh cinta dan yakin bahwa JODOH itu NYATA adalah ketika dia datang bersama orangtuanya dan keluarganya untuk bersilaturahmi yang sekaligus mempertali aku untuk membawa ke jenjang pernikahan. Seperti quote yang pernah aku baca "Wanita tidak perlu istana dan seisinya. Sematkan saja satu cincin di jari manis mereka, maka dimatanya kau sudah mengalahkan raja-raja". Sungguh pasti bahagia menjadi wanita jika menemukan dan memperoleh pria gentle seperti itu, dan aku adalah wanita yang bahagia itu mendapatkan kamu dengan segala rasa yang ada.
Menurutku, proses kami tidaklah begitu panjang, sangat singkat malah sampai akhirnya hari, bulan dan tanggal pernikahan kita ditentukan. Walau tak panjang proses pengenalan kami, namun aku yakin, jika Allah SWT sudah mengatur segala dengan segala kemudahan proses yang kami jalani, memang tidaklah semulus kulit Luna Maya namun kami menikmati itu. Bagi kami ini, kisah kami ini sangatlah jarang sekali dilalui oleh muda mudi zaman sekarang, yang biasanya selalu mengumbar kemesraan, mengumbar keromantisan namun setelahnya saling benci, saling menjelekkan. Bukan begitu tsay?? :)
Semoga tulisan ini menginspirasi ya walau kadang alurnya belum rapi, lagi belajar nulis soalnya :) Happy reading people and have a good day !!!
He's funny. He's adorable. He's sweet. He's Loving. He's awesome. He's perfect. I didn't say name but he popped into your head didn't he ? :)

