![]() |
| Walking After You - tyassjulian.blogspot.co.id |
Judul : Walking After You
Pengarang : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Ketebalan Buku : 318 halaman
Tahun Terbit : 2015
Anies dan Arlet adalah saudara kembar yang memiliki impian dan kegemaran yang tak serupa. Anies yang biasa dipanggil dengan An, adalah perempuan yang memiliki tawa renyah, ia sangat menyukai masakan Italia terutama pasta dan An expert dalam memasak masakan Italia tersebut, sedangkan Arlet adalah perempuan berhati lembut dan mau mengalah, ia sangat menyukai sekali cookies atau apapun tentang per-kue-an dan pintar sekali membuat kue Prancis. Arlet memiliki impian mempunyai toko kue dan An memiliki impian untuk mempunyai restoran. An ingin memiliki trattoria. Namun, semua impian mereka berubah terutama untuk An, ketika Arlet meninggalkan An untuk selama - lamanya.
Semenjak kepergian Arlet, An sangat sedih dan selalu menyalahkan dirinya. An tidak bisa melupakan semua kisah hidup dan kebersamaannya dengan Arlet. Bagi An, Arlet adalah hidupnya. Untuk menebus rasa bersalah dalam diri An, An memutuskan untuk melanjutkan impian Arlet dan meninggalkan serta mengubur mimpinya dalam - dalam. Untuk memulai mimpi itu, An bertemu dengan Galuh. Galuh adalah sepupu An dari Ibunya. Galuh memiliki toko kue di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan yang bernama "Afternoon Tea." Galuh menempatkan An sebagai assisten koki di Afternoon Tea dan An berharap melalui Afternood Tea An dapat mewujudkan impian Arlet dan menebus rasa bersalahnya.
Dalam perjalanan An dalam mewujudkan impian Arlet ternyata tidak mudah, bagi An membuat kue atau bekerja di toko kue lebih sulit dibanding membuat pasta atau bekerja di restoran. Saat An bekerja di Afternoo Tea, An bertemu dengan Julian. Julian adalah koki andalan Afternoon Tea, setiap kue yang dibuat dan sajikan rasanya sunggu luar biasa. Pana cota adalah kue favorit pelanggan Afternoon Tea. Sosok Julian ini adalah pria yang kaku dan dingin. Pernah beberapa waktu An dan Julian mengalami pertengkaran hebat karena bagi Julian An hanya bisa membuat dapur Afternoon Tea berantakan. Saat itu, An mengalami rasa kegagalan bahwa dia tidak mampu mewujudkan impian Arlet, lalu An memutuskan untuk break sesaat dari Afternoon Tea.
Ketika An memutuskan untuk break, datanglah tawaran yang sesuai dengan impian An dari seorang laki - laki bernama Jinendra, Jinendra menawarkan An untuk kembali bekerja di restoran Italy miliknya yang sebelumnya An dan Arlet juga pernah bekerja di restoran itu. Jinendra adalah laki - laki masa lalu An dan Arlet. Kedatangan Jinendra membuat An ingat kembali kepada Arlet dan memicu kesedihan mendalam An. An teringat akan saat - saat terakhir kebersamaannya bersama Arlet dan teringat akan musibah kecelakaan yang merenggut nyawa Arlet. An dan Jinendra adalah sepasang kekasih saat itu. Namun mereka menyembunyikan hubungan mereka dari Arlet karena Arlet pun menyukai Jinendra, namun Jinendra hanya mencintai An. Saat itu, Arlet melihat An dan Jinendra sedang bermesraan, Arlet terkejut dengan kejadian tersebut dan langsung berlari meninggalkan An dan Jinendra. An berusaha mengejar Arlet. Pertengkaran malam itu terjadi ketika kami pulang, An kehilangan kendali sewaktu mengendarai mobilnya. Mobil yang dikendarai oleh An berpindah lajur dan bertabrakan dengan mobil pick up yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan. Saat itulah, An kehilangan separuh jiwanya, yaitu Arlet.
Kisah akhir novel ini, membahagiakan. Pada akhirnya An, menyadari bahwa ia tidak bisa terus berada dalam keadaan rasa bersalah atas meninggalnya Arlet, karna itu adalah sebuah kecelakaan bukan karna kesalahannya. An juga memutuskan untuk melanjutkan impiannya dan melakukan apa yang sesuai dengan dirinya, yaitu bekerja di restoran dan membuat pasta terenak untuk para tamu restoran itu. An bekerja disebuah restoran kapal pesiar di sebuah negara dan An selalu berlayar dari negara satu ke negara lain. An berhasil mengikuti jejak idolanya yakni Jamie Oliver. An juga menyadari bahwa masa lalu akan tetap ada tak bisa dilupakan, kita hanya bisa menerimanya.
Novel ini memberikan pesan bahwa masa lalu itu akan tetap ada namun kita tak bisa melupakannya, kita hanya bisa menerimanya. Apapun yang terjadi dengan masa lalu kita tidak bisa menyalahkan siapa - siapa, kecuali hati yang tak bahagia. Mungkin kisah An seperti kisahmu? Diam - diam, do'a yang sama masih kau tunggu.
Penulis apik betul menceritakan kisah demi kisah dalam tulisannya. Saya merasa terhanyut seolah membayangkan kok ya saya pernah juga di posisi tersebut, yang tak bisa menerima masa lalu.
Mba Windry adalah seorang penulis kisah fiksi sejak 2007, beliau pernah mengikuti Bengkel Penulis Novel DKJ dan dua kali dinominasikan dalam khatulistuwa Literary Award. Buku - buku Mba Windry yang telah terbit adalah Orang (2008), Metropolis (2009), Memori (2012), Montase (2012), London (2013), dan Interlude (2014), Walking After You merupakan buku ketujuh. Mba Windry lahir dan tinggal di Jakarta, beliau pencinta pasta dan penggila cupcake namun beliau merasa dirinya lebih mirip An daripada Arlet.
Kalau kalian penasaran, silahkan baca lengkap novelnya, kalau saya sih memang senang dengan kisah fiksi ya seperti novel, membaca adalah "me time" saya ketika jenuh dengan segala aktifitas.
#onedayonestatus
#day14
#belajarmenulis
#IIPKaltimra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar